WALL STREET RAGU-RAGU, BERAKHIR MENGUAT
Saham-saham Wall Street menguat di tengah perdagangan yang ragu-ragu Kamis waktu setempat, karena pasar mencerna berita penurunan klaim baru pengangguran tiga kali berturut-turut dan sebuah laporan beragam dari penjualan peritel, kata para dealer. New York, 5/6 (Roll News) - Saham-saham Wall Street menguat di tengah perdagangan yang ragu-ragu Kamis waktu setempat, karena pasar mencerna berita penurunan klaim baru pengangguran tiga kali berturut-turut dan sebuah laporan beragam dari penjualan peritel, kata para dealer.
Sentimen terbantu oleh pengumuman merger di sektor teknologi, meski perdagangan berlangsung hati-hati jelang sebuah laporan kritis daftar gaji (payrolls) AS dan pengangguran untuk Mei. Dow Jones Industrial Average kehilangan semangat pembukaan, namun naik 74,96 poin, atau 0,86 persen, menjadi berakhir pada 8.750,24, berbalik naik (rebound) dari aksi ambil untuk sehari sebelumnya di Wall Street. Indeks saham teknologi dominan Nasdaq bertambah 24,10 poin, atau 1,32 persen, menjadi 1.850,02 dan indeks Standard & Poor`s 500 meningkat 10,70 poin, atau 1,15 persen, menjadi 942,46. Aksi pasar muncul setelah sebuah laporan menunjukkan klaim baru untuk manfaat (asuransi) pengangguran AS turun untuk kali ketiga pekan berturut-turut. Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah klaim awal untuk manfaat orang yang kelilangan pekerjaa dalam pekan yang berakhir 30 Mei, menyusut menjadi 621.000 dari data revisi pekan sebelumnya 625.000. Jika penurunan ditiru dalam pekan-pekan ke depan, pasar kerja dapat menjadi poin pembalikan, kata Andrew Gledhill dari Moody`s Economy.com. lalu Data ini membesarkan hati dan memberikan kesan bahwa kondisi terburuk dari kemerosotan pasar kerja kemungkinan di belakang kami, namun di perjalanan selanjutnya masih panjang.
Sebagian laporan menunjukkan produktivitas non pertanian naik pada revisi 1,6 persen dalam kuartal pertama, merupakan sinyal positif lainnya. Meski baru-baru ini kesakitan kami telah menemui itu sekarang tampak ekonomi tumbuh lagi dan peningkatan produktivitas akan segera mengangkat potensi pertumbuhan ekonomi AS, kata Brian Wesbury dari First Trust Portfolios.
Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors mengatakan, pasar hati-hati jelang laporan daftar gaji dan pengangguran AS pada Jumat, yang di pertimbangkan sebagai salah satu indikator terbaik dari momentum terbaik. Laporan ketenagakerjaan besok penting, akan menyediakan beberapa panduan berapa besar daya tembak yang tertinggal dalam rally saat ini, kata dia.
Berita dari sektor ritel yang kurang membesarkan hati, memperlihatkan penurunan belanja di sebuah sektor ekonomi kunci. Di antara saham-saham peritel, Target menyusut 0,05 persen menjadi 40,95 dolar AS setelah melaporkan penurunan penjualan 6,1 persen bulan lalu, sementara Costco turun 1,25 persen menjadi 47,87 dolar AS setelah melaporkan penjualannya turun 7,0 persen. Wal-Mart, pemimpin sektor ritel, turun tipis 0,02 persen menjadi 50,87 dolar AS, setelah mengumumkan rencan ekspansi di pasar AS yang akan menciptakan 22.000 pekerjaan pada 2009. Di sektor lainnya, Intel naik 1,19 persen menjadi 16,13 dolar AS setelah mengumumkan akuisisi 884 juta dolar AS pembuat perangkat lunak (software) Wind River Systems untuk mengembangkan penawaran peralatan wireless Saham Wind River naik 47 persen menjadi 11,76 dolar AS. Saham industri sensitif ekonomi naik tajam, dengan produsen alumunium Alcoa naik 6,16 persen menjadi 10,69 dolar dan perusahaan alat berat Caterpillar meningkat 3,71 persen menjadi 38,02 dolar AS.
Kenaikan harga minyak mentah membantu sektor minyak, karena ExxonMobil bertambah 1,25 persen menjadi 72,98 dolar AS dan Chevron naik 2,24 persen menjadi 69,79 dolar AS. Obligasi turun tajam di tengah berlangsungnya kekhawatiran tentang utang AS. Imbal hasil (yield) pada obligasi negara AS berjangka 10-tahun naik menjadi 3,716 persen dari 3,551 persen pada Rabu, dan pada obligasi negara berjangka 30-tahun meningkat menjadi 4,595 persen terhadap 4,445 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.
Saham-saham Wall Street menguat di tengah perdagangan yang ragu-ragu Kamis waktu setempat, karena pasar mencerna berita penurunan klaim baru pengangguran tiga kali berturut-turut dan sebuah laporan beragam dari penjualan peritel, kata para dealer. New York, 5/6 (Roll News) - Saham-saham Wall Street menguat di tengah perdagangan yang ragu-ragu Kamis waktu setempat, karena pasar mencerna berita penurunan klaim baru pengangguran tiga kali berturut-turut dan sebuah laporan beragam dari penjualan peritel, kata para dealer.
Sentimen terbantu oleh pengumuman merger di sektor teknologi, meski perdagangan berlangsung hati-hati jelang sebuah laporan kritis daftar gaji (payrolls) AS dan pengangguran untuk Mei. Dow Jones Industrial Average kehilangan semangat pembukaan, namun naik 74,96 poin, atau 0,86 persen, menjadi berakhir pada 8.750,24, berbalik naik (rebound) dari aksi ambil untuk sehari sebelumnya di Wall Street. Indeks saham teknologi dominan Nasdaq bertambah 24,10 poin, atau 1,32 persen, menjadi 1.850,02 dan indeks Standard & Poor`s 500 meningkat 10,70 poin, atau 1,15 persen, menjadi 942,46. Aksi pasar muncul setelah sebuah laporan menunjukkan klaim baru untuk manfaat (asuransi) pengangguran AS turun untuk kali ketiga pekan berturut-turut. Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah klaim awal untuk manfaat orang yang kelilangan pekerjaa dalam pekan yang berakhir 30 Mei, menyusut menjadi 621.000 dari data revisi pekan sebelumnya 625.000. Jika penurunan ditiru dalam pekan-pekan ke depan, pasar kerja dapat menjadi poin pembalikan, kata Andrew Gledhill dari Moody`s Economy.com. lalu Data ini membesarkan hati dan memberikan kesan bahwa kondisi terburuk dari kemerosotan pasar kerja kemungkinan di belakang kami, namun di perjalanan selanjutnya masih panjang.
Sebagian laporan menunjukkan produktivitas non pertanian naik pada revisi 1,6 persen dalam kuartal pertama, merupakan sinyal positif lainnya. Meski baru-baru ini kesakitan kami telah menemui itu sekarang tampak ekonomi tumbuh lagi dan peningkatan produktivitas akan segera mengangkat potensi pertumbuhan ekonomi AS, kata Brian Wesbury dari First Trust Portfolios.
Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors mengatakan, pasar hati-hati jelang laporan daftar gaji dan pengangguran AS pada Jumat, yang di pertimbangkan sebagai salah satu indikator terbaik dari momentum terbaik. Laporan ketenagakerjaan besok penting, akan menyediakan beberapa panduan berapa besar daya tembak yang tertinggal dalam rally saat ini, kata dia.
Berita dari sektor ritel yang kurang membesarkan hati, memperlihatkan penurunan belanja di sebuah sektor ekonomi kunci. Di antara saham-saham peritel, Target menyusut 0,05 persen menjadi 40,95 dolar AS setelah melaporkan penurunan penjualan 6,1 persen bulan lalu, sementara Costco turun 1,25 persen menjadi 47,87 dolar AS setelah melaporkan penjualannya turun 7,0 persen. Wal-Mart, pemimpin sektor ritel, turun tipis 0,02 persen menjadi 50,87 dolar AS, setelah mengumumkan rencan ekspansi di pasar AS yang akan menciptakan 22.000 pekerjaan pada 2009. Di sektor lainnya, Intel naik 1,19 persen menjadi 16,13 dolar AS setelah mengumumkan akuisisi 884 juta dolar AS pembuat perangkat lunak (software) Wind River Systems untuk mengembangkan penawaran peralatan wireless Saham Wind River naik 47 persen menjadi 11,76 dolar AS. Saham industri sensitif ekonomi naik tajam, dengan produsen alumunium Alcoa naik 6,16 persen menjadi 10,69 dolar dan perusahaan alat berat Caterpillar meningkat 3,71 persen menjadi 38,02 dolar AS.
Kenaikan harga minyak mentah membantu sektor minyak, karena ExxonMobil bertambah 1,25 persen menjadi 72,98 dolar AS dan Chevron naik 2,24 persen menjadi 69,79 dolar AS. Obligasi turun tajam di tengah berlangsungnya kekhawatiran tentang utang AS. Imbal hasil (yield) pada obligasi negara AS berjangka 10-tahun naik menjadi 3,716 persen dari 3,551 persen pada Rabu, dan pada obligasi negara berjangka 30-tahun meningkat menjadi 4,595 persen terhadap 4,445 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.
0 comments:
Posting Komentar